Topik :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Bukit Sejuta Salib

Inilah situs sejarah kebanggaan di Lithuania, Hill of Crosses yang juga menjadi tujuan ziarah umat Kristiani, 12 km sebelah utara kota Siauliai, Lithuania Utara. Sesuai namanya, bukit kecil ini penuh dengan berbagai salib.

Tidak diketahui sejak kapan dan bagaimana sejarah pastinya sehingga begitu banyak salib di tempat ini. Diperkirakan ada lebih dari 100.000 salib di Hill of Crosses.
 

Banyak cerita beredar tanpa sumber sejarah yang shahih, dan akhirnya menjadi legenda tentang asal-muasal Hill of Crosses. Salah satu kisah menyebut di abad 13 ketika mayoritas penduduk memeluk kepercayaan pagan, mereka membakar sebuah gereja di tempat itu. Setelah peristiwa tersebut, Hill of Crosses jadi simbol peringatan dan mulailah orang-orang datang membawa salib serta meletakkannya di tempat tersebut.

Pada tahun 1831 dan 1863, ketika pemberontakan anti-Soviet terjadi, para peziarah semakin banyak yang berduyun-duyun ke bukit ini. Namun ketika Uni Soviet berkuasa, pemerintah berusaha meratakan Hill of Crosses sebanyak tiga kali sekaligus menggali parit di sekitar bukit sebagai upaya menghentikan para peziarah berdatangan.

Di masa rezim komunis, penanaman salib merupakan tindak kejahatan dan mendapat ancaman dihukum berat. Nyatanya, orang tak ada yang peduli dan tetap berziarah ke Hill of Crosses. Barulah setelah Soviet runtuh di tahun 1991 dan kem, Hill of Crosses menjadi situs kebanggaan nasional Lithuania.

 
 
sumberInilah situs sejarah kebanggaan di Lithuania, Hill of Crosses yang juga menjadi tujuan ziarah umat Kristiani, 12 km sebelah utara kota Siauliai, Lithuania Utara. Sesuai namanya, bukit kecil ini penuh dengan berbagai salib.

Tidak diketahui sejak kapan dan bagaimana sejarah pastinya sehingga begitu banyak salib di tempat ini. Diperkirakan ada lebih dari 100.000 salib di Hill of Crosses.
 

Banyak cerita beredar tanpa sumber sejarah yang shahih, dan akhirnya menjadi legenda tentang asal-muasal Hill of Crosses. Salah satu kisah menyebut di abad 13 ketika mayoritas penduduk memeluk kepercayaan pagan, mereka membakar sebuah gereja di tempat itu. Setelah peristiwa tersebut, Hill of Crosses jadi simbol peringatan dan mulailah orang-orang datang membawa salib serta meletakkannya di tempat tersebut.

Pada tahun 1831 dan 1863, ketika pemberontakan anti-Soviet terjadi, para peziarah semakin banyak yang berduyun-duyun ke bukit ini. Namun ketika Uni Soviet berkuasa, pemerintah berusaha meratakan Hill of Crosses sebanyak tiga kali sekaligus menggali parit di sekitar bukit sebagai upaya menghentikan para peziarah berdatangan.

Di masa rezim komunis, penanaman salib merupakan tindak kejahatan dan mendapat ancaman dihukum berat. Nyatanya, orang tak ada yang peduli dan tetap berziarah ke Hill of Crosses. Barulah setelah Soviet runtuh di tahun 1991 dan kem, Hill of Crosses menjadi situs kebanggaan nasional Lithuania.

 
 
sumberInilah situs sejarah kebanggaan di Lithuania, Hill of Crosses yang juga menjadi tujuan ziarah umat Kristiani, 12 km sebelah utara kota Siauliai, Lithuania Utara. Sesuai namanya, bukit kecil ini penuh dengan berbagai salib.

Tidak diketahui sejak kapan dan bagaimana sejarah pastinya sehingga begitu banyak salib di tempat ini. Diperkirakan ada lebih dari 100.000 salib di Hill of Crosses.
 

Banyak cerita beredar tanpa sumber sejarah yang shahih, dan akhirnya menjadi legenda tentang asal-muasal Hill of Crosses. Salah satu kisah menyebut di abad 13 ketika mayoritas penduduk memeluk kepercayaan pagan, mereka membakar sebuah gereja di tempat itu. Setelah peristiwa tersebut, Hill of Crosses jadi simbol peringatan dan mulailah orang-orang datang membawa salib serta meletakkannya di tempat tersebut.

Pada tahun 1831 dan 1863, ketika pemberontakan anti-Soviet terjadi, para peziarah semakin banyak yang berduyun-duyun ke bukit ini. Namun ketika Uni Soviet berkuasa, pemerintah berusaha meratakan Hill of Crosses sebanyak tiga kali sekaligus menggali parit di sekitar bukit sebagai upaya menghentikan para peziarah berdatangan.

Di masa rezim komunis, penanaman salib merupakan tindak kejahatan dan mendapat ancaman dihukum berat. Nyatanya, orang tak ada yang peduli dan tetap berziarah ke Hill of Crosses. Barulah setelah Soviet runtuh di tahun 1991 dan kem, Hill of Crosses menjadi situs kebanggaan nasional Lithuania.

 
 
sumberInilah situs sejarah kebanggaan di Lithuania, Hill of Crosses yang juga menjadi tujuan ziarah umat Kristiani, 12 km sebelah utara kota Siauliai, Lithuania Utara. Sesuai namanya, bukit kecil ini penuh dengan berbagai salib.

Tidak diketahui sejak kapan dan bagaimana sejarah pastinya sehingga begitu banyak salib di tempat ini. Diperkirakan ada lebih dari 100.000 salib di Hill of Crosses.
 

Banyak cerita beredar tanpa sumber sejarah yang shahih, dan akhirnya menjadi legenda tentang asal-muasal Hill of Crosses. Salah satu kisah menyebut di abad 13 ketika mayoritas penduduk memeluk kepercayaan pagan, mereka membakar sebuah gereja di tempat itu. Setelah peristiwa tersebut, Hill of Crosses jadi simbol peringatan dan mulailah orang-orang datang membawa salib serta meletakkannya di tempat tersebut.

Pada tahun 1831 dan 1863, ketika pemberontakan anti-Soviet terjadi, para peziarah semakin banyak yang berduyun-duyun ke bukit ini. Namun ketika Uni Soviet berkuasa, pemerintah berusaha meratakan Hill of Crosses sebanyak tiga kali sekaligus menggali parit di sekitar bukit sebagai upaya menghentikan para peziarah berdatangan.

Di masa rezim komunis, penanaman salib merupakan tindak kejahatan dan mendapat ancaman dihukum berat. Nyatanya, orang tak ada yang peduli dan tetap berziarah ke Hill of Crosses. Barulah setelah Soviet runtuh di tahun 1991 dan kem, Hill of Crosses menjadi situs kebanggaan nasional Lithuania.

 
 
 

Gunung Fuji Tempat Favorit Bunuh Diri


Sebagai salah satu simbol Jepang, ternyata kawasan hutan di Gunung Fuji sering menjadi lokasi bunuh diri. Setiap tahun setidaknya ditemukan 100 mayat pelaku bunuh diri.
 
Azusa Hayano, peneliti yang telah 30 tahun lebih 'berkutat' dengan hutan di kaki gunung tersebut menemukan banyaknya barang peninggalan pelaku bunuh diri.
 

Meski Hayano sendiri belum bisa menyimpulkan alasan hutan ini dipilih sebagi lokasi bunuh diri, tampaknya kondisi lingkungan di tempat ini dengan lebatnya belantara merupakan jawaban para depresan.
 
Hayano juga menjumpai kelakuan serta kebiasaan aneh para pelaku bunuh diri di hutan tersebut.
Dalam sebuah film dokumenter yang dibuat Hayano dan tim geologi terlihat sebuah mobil yang ditinggalkan di tepi hutan. Ada lembaran peta di kursi depan mobil.
 

"Saya menduga pemilik mobil masuk dari sini dan tidak pernah keluar," katanya dan melanjutkan, "Saya rasa orang tersebut pergi ke hutan dengan pikiran bermasalah."
 
Pemerintah dan organisasi terkait sebenarnya sudah membuat beberapa tulisan berisi anjuran untuh berpikir kembali sebelum benar-benar melakukan bunuh diri.
 
Saat era para samurai, memang bunuh diri dengan ritual 'harakari' merupakan tradisi. Tapi mereka melakukan karena harga diri dan demi kehormatan. Sementara, bunuh diri dewasa ini tampaknya lebih karena merasa terasing dan putus asa berkepanjangan. sumber 

7 Kematian Teraneh di Dunia


Dalam banyak budaya di dunia, kematian adalah sesuatu yang sakral sehingga diperlukan sebuah upacara khusus untuk menghormati atau mengenang mereka yang mati. Sepertinya penguburan mayat dan kremasi adalah sebuah ritual kematian yang biasa ditemui. 


Namun, percayakah anda bahwa ada beberapa budaya membuang mayat, berdansa dengan mayat hingga yang paling mengerikan adalah ritual memakan mayat, dan posting kali ini bukan membahas budaya ritual kematian tetapi lebih ke arah kematiannya. Kematian memang dapat menimpa kapan saja. Tetapi bagi orang - orang tertentu ada juga yang melakukan permintaan aneh sebelum meninggal dunia. Dibawah ini adalah kematian - kematian yang paling aneh, Langsung saja Artikel 7 Kematian Paling Aneh Sepanjang Masa :

1. Humphrey de Bohun
( 1322 ), 4th Earl of Hereford tertusuk dan tembus oleh tombak tepat di bagian anusnya dalam the Battle of Boroughbridge.

2. Grigori Rasputin
( 1916 ), dukun sekaligus tokoh politik Rusia, diracun dengan dosis yang sangat tinggi ketika sedang menyantap makan malam bersama musuh politiknya. Namun dia tidak mati, dan dengan segera seorang pembunuh mengendap-endap di belakang dan menembak tepat di kepalanya. Ketika ingin mengecek apakah Rasputin sudah tewas, si pembunuh tiba2 merasa ada kekuatan mistik yang mencekeknya. Rasputin ternyata masih hidup dan berusaha lari dari kepungan musuhnya. Sayangnya, ia tertembak tiga kali dan jatuh. musuh2nya tersebut kemudian memukulinya dan melemparnya ke sungai yang sangaaat dingin (frozen river). Rasputin pun tewas. Namun dari hasil otopsi, diketahui Rasputin tewas bukan diracun, ditembak, dll, melainkan mati tenggelam karena pingsan dipukuli ketika dilempar ke sungai.

3. Carl McCunn
( 1981 ), membayar pilot sewaan untuk menerjunkannya di sebuah danau terpencil dekat Sungai Coleen, Alaska, untuk memotret kehidupan liar. Namun sayang, ia lupa meminta sang pilot untuk menjemputnya kembali di bulan Agustus. Karena tidak mau mati dalam keadaan lapar, ia memilih untuk menembak kepalanya. Jasadnya diketemukan pada bulan Februari 1982.

4. Dramawan
( 358 SM ), ( pembuat drama ) Yunani Aeschylus terbunuh ketika seekor elang menjatuhkan kura - kura di atas kepalanya. Sang elang menyangka bahwa kepala botak Aeschylus adalah batu. Untungnya, si kura2 selamat.

5. Jim Fixx
1984, orang yang menulis “The Complete Book of Running” dan menyerukan bahwa lari dan diet yang sehat dapat memperpanjang usia manusia, tewas akibat serangan jantung ketika ia sedang berlari. Dari hasil otopsi, ditemukan bahwa Fixx tewas setelah tiga arteri jantung Fixx tersumbat,...

6. Presiden Perancis Félix Faure
( 1899 ), karena stroke ketika sedang di-oral sex di kantornya,...

7. Lee Seung Seop
( 2005 ), Seorang pemuda Korea Selatan, (28 th), pingsan kecapekan dan tewas setelah bermain Starcraft di warnet selama 50 jam tanpa berhenti. s
umber

Mitos Nyi Roro Kidul


Cerita tentang Nyi Roro Kidul ini sangat terkenal. Bukan hanya dikalangan penduduk Yogyakarta dan Surakarta, melainkan di seluruh Pulau Jawa. Baik di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Di daerah Yogyakarta kisah Nyi Roro Kidul selalu dihubungkan dengan kisah para Raja Mataram. Sedangkan di Jawa Timur khususnya di Malang Selatan tepatnya di Pantai Ngliyep, Nyi Roro Kidul dipanggil dengan sebutan Kanjeng Ratu Kidul. Di Pantai Ngliyep juga diadakan upacara Labuhan yaitu persembahan para pemuja Nyi Roro Kidul yang menyakini bahwa kekayaan yang mereka dapatkan adalah atas bantuan Nyi Roro Kidul dan anak buahnya.

 
Konon, Nyi Roro Kidul adalah seorang ratu yang cantik bagai bidadari, kecantikannya tak pernah pudar di sepanjang zaman. Di dasar Laut Selatan, yakni lautan yang dulu disebut Samudra Hindia - sebelah selatan pulau Jawa, ia bertahta pada sebuah kerajaan makhluk halus yang sangat besar dan indah.


Siapakah Ratu Kidul itu? Konon, menurut yang empunya cerita, pada mulanya adalah seorang wanita, yang berparas elok, Kadita namanya. Karena kecantikannya, ia sering disebut Dewi Srengenge, yang artinya Matahari Jelita. Kadita adalah putri Raja Munding Wangi. Walaupun Kadita sangat elok wajahnya, Raja tetap berduka karena tidak mempunyai putra mahkota yang dapat disiapkan. Baru setelah Raja memperistrikan Dewi Mutiara lahir seorang anak lelaki. Akan tetapi, begitu mendapatkan perhatian lebih, Dewi Mutiara mulai mengajukan tuntutan-tuntutan, antara lain, memastikan anaknya lelaki akan menggantikan tahta dan Dewi Kadita harus diusir dari istana. Permintaan pertama diluluskan, tetapi untuk mengusir Kadita, Raja Munding Wangi tidak bersedia.

“Ini keterlaluan,” sabdanya. “Aku tidak bersedia meluluskan permintaanmu yang keji itu,” sambungnya. Mendengar jawaban demikian, Dewi Mutiara malahan tersenyum sangat manis, sehingga kemarahan Raja, perlahan-lahan hilang. Tetapi, dalam hati istri kedua itu dendam membara. Hari esoknya, pagi-pagi sekali, Mutiara pengutus inang mengasuh memanggil seorang tukang sihir, si Jahil namanya. Kepadanya diperintahkan, agar kepada Dewi Kadita dikirimkan guna-guna.

“Bikin tubuhnya berkudis dan berkurap,” perintahnya. “Kalau berhasil, besar hadiah untuk kamu!” sambungnya. Si Jahil menyanggupinya. Malam harinya, tatkala Kadita sedang lelap, masuklah angin semilir ke dalam kamarnya. Angin itu berbau busuk, mirip bau bangkai. Tatkala Kadita terbangun, ia menjerit. Seluruh tubuhnya penuh dengan kudis, bernanah dan sangat berbau tidak enak.

Tatkala Raja Munding Wangi mendengar berita ini pada pagi harinya, sangat sedihlah hatinya. Dalam hati tahu bahwa yang diderita Kadita bukan penyakit biasa, tetapi guna-guna. Raja juga sudah menduga, sangat mungkin Mutiara yang merencanakannya. Hanya saja. Bagaimana membuktikannya. Dalam keadaan pening, Raja harus segera memutuskan. Hendak diapakan Kadita. Atas desakan patih, putri yang semula sangat cantik itu mesti dibuang jauh agar tidak menjadikan aib.

Maka berangkatlah Kadita seorang diri, bagaikan pengemis yang diusir dari rumah orang kaya. Hatinya remuk redam; air matanya berlinangan. Namun ia tetap percaya, bahwa Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan mahluk ciptaanNya dianiaya sesamanya. Campur tanganNya pasti akan tiba. Untuk itu, seperti sudah diajarkan neneknya almarhum, bahwa ia tidak boleh mendendam dan membenci orang yang membencinya.

Siang dan malam ia berjalan, dan sudah tujuh hari tujuh malam waktu ditempuhnya, hingga akhirnya ia tiba di pantai Laut Selatan. Kemudian berdiri memandang luasnya lautan, ia bagaikan mendengar suara memanggil agar ia menceburkan diri ke dalam laut. Tatkala ia mengikuti panggilan itu, begitu tersentuh air, tubuhnya pulih kembali. Jadilah ia wanita cantik seperti sediakala. Tak hanya itu, ia segera menguasai seluruh lautan dan isinya dan mendirikan kerajaan yang megah, kokoh, indah dan berwibawa. Dialah kini yang disebut Ratu Laut Selatan.

Cerita tentang Nyi Roro Kidul ini banyak versinya. Ada versi Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta. Konon Nyi Roro Kidul itu tak lain adalah seorang jin yang mempunyai kekuatan dahsyat. Hingga kini masih ada saja orang yang mencari kekayaan dengan jalan pintas yaitu dengan menyembah Nyi Roro Kidul. Mereka dapat kekayaan berlimpah tetapi harus mengorbankan keluarga dan bahkan akan mati sebelum waktunya, jiwa raga mereka akan dijadikan budak bagi kejayaan Keraton Laut Selatan.

Cerita ini dapat digolongkan sebagai mitos, sebab pengaruhnya sangat mendalam, mendasar dan jauh bagi alam pikiran tradisional di Yogyakarta. Mitos Nyi Roro Kidul adalah ratunya penguasa pesisir laut selatan yaitu pantai cilacap tak lain ini semua merupakan tipu daya syetan dari kaum jin untuk menyesatkan manusia. “Bahwa ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan” (QS. Al jin, 6). Setiap bulan sura aada pesta yang namanya sedekah laut untuk memberi sesaji biar hasil lautnya melimpah banyak.menurut mitos orang yang akan datang ke pantai teluk penyu tidak boleh memakai baju hijau....., budaya ini semua termasuk syirik yang dilarang keras dalam agama Islam, tugas penguasa muslim pemerintah hendaknya menutup semua jalan-jalan kemusyrikan ini. sumber 

Benarkah Indonesia Adalah Benua Atlantis Yang Akan Hilang


Musibah alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?

Plato (427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.


Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil it berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.” Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya. sumber

Kota yang Hilang Di Segitiga Bermuda


Misteri Segitiga Bermuda tidak pernah terkuak dengan fakta yang menyakinkan, namun sudah banyak dari para ahli saling berspekulasi dengan teorinya masing-masing mengenai keganasan segitiga bermuda. Di antara kita kemungkinan sudah lebih sering mendengar bahwa pesawat, kapal lebih sering hilang mendadak di sana tanpa rincian yang jelas. Selain misteri segitiga bermuda, ada satu hal lagi yang sampai sekarang belum pernah terkuak atau masih misterius keberadaannya, yaitu Kota Atlanatis. Mengenai kota Atlantis atau kota legendaris ini pun sudah banyak dari para ahli saling berspekulasi dengan teorinya masing-masing.
kota kuno di segitiga bermuda

Kini telah ditemukan reruntuhan kota kuno di bawah laut segitiga bermuda, Kota Atlantiskah itu? Dikutip dari BBC Rusia. Sekelompok ilmuwan Kanada telah menemukan sebuah kota di bawah laut di Segitiga Bermuda. Robot khusus bekerja mengambil gambar-gambar reruntuhan kuno, yang menunjukkan keberadaan Kota Atlantis legendaris.


Peneliti yang dipimpin oleh Vayntsveyga Zalitski menemukan reruntuhan kota kuno, 700 meter ke utara pantai timur Kuba. Foto yang diambil oleh robot dapat terlihat bangunan monumental termasuk empat piramida raksasa. Salah satu dari mereka bahkan terlihat seperti sebuah bangunan yang terbuat dari kaca. Selain itu, para peneliti menemukan sebuah patung yang terlihat seperti sphinx, dan beberapa lembaran besar terukir.

Menurut para ahli, bangunan-bangunan itu seperti di era pra-klasik Karibia dan sejarah Amerika Tengah. Kota peradaban yang dihuni penduduk mirip dengan Teotihuacan (sebuah kota kuno, terletak 50 kilometer dari Mexico City, usianya sekitar dua ribu tahun).
Tapi untuk kota Atlantis ini, tampaknya, tidak relevan. Fitur arsitektur bangunan bercorak bangunan kota Indian kuno, setidaknya berusia seribu sampai dua ribu tahun yang lalu. Sementara Atlantis, menurut filsuf Yunani kuno, Plato, menghilang pada abad 10 SM. Menurut legenda, kota lengaris hilang karena banjir dan gempa bumi parah atau letusan gunung berapi. sumber

Misteri Segitiga Bermuda


Sebelumnya ilmuan telah menemukan reruntuhan bekas kota kuno di dekat perairan segitiga bermudah, spekulasi tentang misteri segitiga bermuda datang dengan berbagai teori. Namun belum ada satupun teori yang mampu memecahkan kemisteriusan segitiga bermuda untuk diakui.
Sejak lama para ilmuwan di seluruh dunia selama beberapa abad berjuang memecahkan misteri Segitiga Bermuda, di mana dari waktu ke waktu kapal dan bahkan pesawat terbang menghilang tanpa jejak.

Kini teka-teki keberadaan segitiga bermudah, telah berhasil terpecahkan oleh ilmuan dari Universitas Monash Australia di Melbourne, Joseph Monaghan dan asistennya David May, mereka berpendapat bahwa menghilangnya kapal dan pesawat secara misterius di segitiga bermuda bahwa ada penjelasan logis untuk itu. Menurut mereka, semua di picu oleh gas metana alami yang dipancarkan dari dasar laut di wilayah tersebut.

Menurut teori mereka, gas, terlepas dari dasar laut, berubah menjadi gelembung raksasa yang mencapai permukaan dan "menyerap" apapun yang ada hadapannya. Menurut mereka, metana, jika dilepaskan dari celah-celah laut, berubah menjadi gelembung gas, yang kemudian geometris memperluas dan meledak di permukaan air.

Pertama, para peneliti menguji teori mereka dengan menciptakan sebuah model komputer, hasil dari simulasi komputer menegaskan asumsi bahwa jika kapal masuk ke gelembung metana, segera kehilangan daya apung dan tenggelam dan ledakan gelembung gas raksasa pun mampu menembak jatuh pesawat.

Para peneliti kemudian melakukan percobaan yang sesuai di lapangan. Percobaan ini menggunakan wadah yang di isi dengan air, dan ditempatkan pada permukaan dengan beberapa kapal mainan, dan bagian bawah mulai menyemprotkan metana.

Hasil eksprimen ini membuahkan hasil bahwa tidak ada satupun yang beruntung dan semua terserap di tengah gelembung, lalu menjauh ke bawah dan tenggelam. Hal ini dapat menjelaskan kasus-kasus segitiga bermuda di mana kapal-kapal ditemukan dengan awak tewas di kapal, tapi tanpa goresan. Orang hanya tercekik oleh gas beracun. sumber
 
Support : Twenty One | Dokumen Unik | Tribun Download
Copyright © 2011. Weekepedia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger